| Ibnuku Tercinta Lokasi foto di masjid agung meulaboh |
Genap dua tahun yang lalu
tepatnya Sabtu 01 Januari 2015 adalah momen yang tak bisa aku lupakan dan
selalu tersimpan di memoriku, peristiwa yang sangat menyedihkan bagiku dan juga
keluarga yaitu hari ibu (biasa aku panggil emak) ku meninggalkan dunia untuk
selama-lamanya, mengingat kembali pertiwa dua tahun telah berlalu ini, aku dan
keluargaku sangat merasa kehilangan, ketika itu air mata mengalir tak dapat di
bendung, aku tak menyangka beliu begitu cepat meninggalkan kami.
Ibuku tercinta adalah pahlawan
bagi anak-anaknya yang selalu mengajari kami banyak kebikan-kebaikan yang
selalu kami ingat dan kami amalkan nasehat-nasehat yang dulu beliau sampaikan kepada
ku dan abang-abangku, ilmu yang telah kami serap menjadi amal jariah bagimu ibu.
Sekarang adalah hari senin 01
januari 2017 tepat dua tahun aku hidup tanpa ibu tercinta, hidupku terasa
kurang bila tanpa ibu, hari-hari tak berwarna bila tanpa ibu, tidak ada
tempatku untuk mengadu lagi, tak ada lagi nasehat-nasehat yang dulu selalu kau
berikan kepada ku, dan tak kan mungkin aku bisa menyentuh dan memeluk ibu lagi.
Aku sadar alam kita sudah
berbeda, rasanya tak mungkin bisa melihatmu lagi di dunia ini, aku hanya bisa
kirimkan do’a untukmu ibu tercinta, disetiap shalatku, aku titipkan do’a
untukmu dan berharap semua do’a-do’aku di dengar oleh ALLAH swt.
Mudah-mudahan mengenang dua tahun
kepergian ibuku tercinta ini, semua do’a-do’a yang ku panjatkan untuk ibuku dan
surah yasin yang selalu ku bacakan semuanya di terima oleh allah swt,
dilapangkan kuburnya, diterangkan kuburnya dan bertemukan kami sekeluarga ya
ALLAH di Jannahmu (Syurga) kelak, amin amin ya rabbal ‘alamin.
Bagi teman-teman yang ibunya
masih hidup sehat wal ‘afiyat jangan lah kamu sia-siakan, jangan pernah kamu
bentak dia dan apalagi tidak mendengarkan perkatanya apalagi membuat hatinya
terluka, karna syurga itu ada di bawak telapak kaki ibu kita. Bagi ibnunya
sudah mendahului kita selalulah mengingatnya dan jangan lupa mendo’akanya di
setiap shalat kita, karena anak yang sholeh adalah amalan yang takkan pernah
putus walaupun maut memisahkanya (menjadi amal zariah).
Terima kasih teman-teman sudah
menyimak sedikit cerita tentang ibu tercintaku, mari kita do’akan ibu kita
masing-masing, Al Fatihah......
0 Response to "Dua Tahun Tanpamu Ibu"
Post a Comment